Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Tempat Bising
Gangguan pendengaran adalah hal yang
lazim kita temui saat ini. Salah satunya adalah gangguan pendengaran akibat
bising (GPAB) atau dalam istilah asing disebut Noise Induce Hearing Lost (NIHL). Dengan semakin bertambah majunya
teknologi, maka semakin mudah dan nyaman hidup manusia. Tetapi dibalik itu
tersimpan ancaman yang sering tersamar dan tidak kita sadari. GPAB ini
merupakan salah satu ancaman kemajuan tersebut.
Bising dan penuaan merupakan dua hal utama penyebab hilangnya pendengaran permanen. Sayangnya kelainan ini tidak dapat dikoreksi baik menggunakan obat-obatan maupun tindakan operatif, tetapi GPAB dapat dicegah. (Dobie, 2001)
Secara umum bising adalah bunyi yang tidak diinginkan. Bising secara Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah suara yang tidak diharapkan dan tidak menyenangkan yang menggangu, atau suara yang diinginkan namun berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan menurut WHO, bising dikategorikan sebagai salah satu jenis polutan (Bunde, 2011). Bising yang intensitasnya 85 desibel (dB) atau lebih dapat menyebabkan rusaknya reseptor pendengaran pada telinga dalam. (Soetirto, 2006)
Bising dan penuaan merupakan dua hal utama penyebab hilangnya pendengaran permanen. Sayangnya kelainan ini tidak dapat dikoreksi baik menggunakan obat-obatan maupun tindakan operatif, tetapi GPAB dapat dicegah. (Dobie, 2001)
Secara umum bising adalah bunyi yang tidak diinginkan. Bising secara Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah suara yang tidak diharapkan dan tidak menyenangkan yang menggangu, atau suara yang diinginkan namun berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan menurut WHO, bising dikategorikan sebagai salah satu jenis polutan (Bunde, 2011). Bising yang intensitasnya 85 desibel (dB) atau lebih dapat menyebabkan rusaknya reseptor pendengaran pada telinga dalam. (Soetirto, 2006)
Gangguan pendengaran akibat bising
adalah tuli akibat terpapar bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang
cukup lama. Tuli ini merupakan jenis ketulian sensorineural yang paling banyak
ditemui setelah presbiakusis. Sejalan dengan berkembangnya gaya hidup
masyarakat, kejadian kehilangan pendengaran semakin banyak ditemukan.
1. Penyebab Gangguan Pendengaran pada Pekerja di
Tempat Bising
Selain
paparan suara bising, ada banyak faktor lain yang menyebabkan gangguan
pendengaran seperti:
1.1
Agent / Penyebab Penyakit
Berupa
unsur mati (Fisika) yaitu terpajan bising dalam waktu lama dengan intensitas
dan frekuensi yang tinggi dan getaran.
1.2
Host / Pejamu
Selain
oleh paparan bising, GPAB juga dipengaruhi oleh beberapa variabilitas meliputi
perbedaan genetis, usia, jenis kelamin, warna kulit, perbedaan jalur konduksi
suara (telinga luar dan telinga tengah), suplai darah, dan inervasi koklea.
Serta
faktor kebiasaan dari pekerja sendiri yang pada saat bekerja tidak menggunakan
APD (Alat Pelindung Diri).
1.3 Environment / Lingkungan
Bising intensitas tinggi tidak hanya
didapat dari tempat bekerja, tetapi dapat juga didapat di lingkungan tempat
tinggal sehari-hari, contohnya riwayat penggunaan pemutar musik yang
berlebihan, aktifitas ke pusat hiburan yang terlalu sering, berada di lalu
lintas padat dalam jangka waktu lama dan lain-lain.
2. Pencegahan Gangguan Pendengaran pada Pekerja di
Tempat Bising
Untuk mengurangi angka terjadinya
GPAB, diperlukan usaha-usaha baik secara promotif,preventif, dan rehabilitatif.
Dalam mengupayakan usaha tersebut diperlukan kerjasama yang baik dari
masyarakat dan pemerintah melalui tenaga kesehatan.
Tindakan pencegahan merupakan hal paling bijak yang dapat kita lakukan dalam menghadapi masalah GPAB ini. Sejalan dengan ini, Departemen Tenaga Kerja berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor: KEP-51/MEN/1999 telah menentukan batas paparan suara bising yang diperkenankan.
Tindakan pencegahan merupakan hal paling bijak yang dapat kita lakukan dalam menghadapi masalah GPAB ini. Sejalan dengan ini, Departemen Tenaga Kerja berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor: KEP-51/MEN/1999 telah menentukan batas paparan suara bising yang diperkenankan.
Dengan
dikeluarkannya peraturan, pemerintah berusaha melindungi masyarakatnya yang
bekerja ditempat bising. Perlindungan tersebut diwujudkan dengan pengaturan jam
kerja sesuai dengan paparan bising yang didapat oleh pekerja.
Pembatasan pemaparan bising dapat dilakukan dengan mengontrol lingkungan mesin atau perlindungan diri pekerja yang terpapar. Program konservasi pendengaran yang ideal adalah dapat mengurangi atau menghilangkan bising yang berbahaya tepat pada sumbernya (Fox, 1997). Sayangnya kondisi ideal ini sukar dicapai ditinjau dari pengaturan teknis dan ekonomi. Apabila pengontrolan sumber bising tersebut masih tetap mebahayakan, maka dapat diberikan Alat Pelindung Diri (APD) pekerja berupa sumbat telinga. (Fox, 1997)
Pembatasan pemaparan bising dapat dilakukan dengan mengontrol lingkungan mesin atau perlindungan diri pekerja yang terpapar. Program konservasi pendengaran yang ideal adalah dapat mengurangi atau menghilangkan bising yang berbahaya tepat pada sumbernya (Fox, 1997). Sayangnya kondisi ideal ini sukar dicapai ditinjau dari pengaturan teknis dan ekonomi. Apabila pengontrolan sumber bising tersebut masih tetap mebahayakan, maka dapat diberikan Alat Pelindung Diri (APD) pekerja berupa sumbat telinga. (Fox, 1997)
Daftar
Pustaka:
Gangguan Pendengaran Akibat Bising
Tidak ada komentar:
Posting Komentar