Minggu, 25 Mei 2014

Gangguan Pendengaran akibat bising



   Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Tempat Bising

            Gangguan pendengaran adalah hal yang lazim kita temui saat ini. Salah satunya adalah gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) atau dalam istilah asing disebut Noise Induce Hearing Lost (NIHL). Dengan semakin bertambah majunya teknologi, maka semakin mudah dan nyaman hidup manusia. Tetapi dibalik itu tersimpan ancaman yang sering tersamar dan tidak kita sadari. GPAB ini merupakan salah satu ancaman kemajuan tersebut.         
            Bising dan penuaan merupakan dua hal utama penyebab hilangnya pendengaran permanen. Sayangnya kelainan ini tidak dapat dikoreksi baik menggunakan obat-obatan maupun tindakan operatif, tetapi GPAB dapat dicegah. (Dobie, 2001)
            Secara umum bising adalah bunyi yang tidak diinginkan. Bising secara Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah suara yang tidak diharapkan dan tidak menyenangkan yang menggangu, atau suara yang diinginkan namun berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan menurut WHO, bising dikategorikan sebagai salah satu jenis polutan (Bunde, 2011). Bising yang intensitasnya 85 desibel (dB) atau lebih dapat menyebabkan rusaknya reseptor pendengaran pada telinga dalam. (Soetirto, 2006)
            Gangguan pendengaran akibat bising adalah tuli akibat terpapar bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama. Tuli ini merupakan jenis ketulian sensorineural yang paling banyak ditemui setelah presbiakusis. Sejalan dengan berkembangnya gaya hidup masyarakat, kejadian kehilangan pendengaran semakin banyak ditemukan.

1. Penyebab Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Tempat Bising
          Selain paparan suara bising, ada banyak faktor lain yang menyebabkan gangguan pendengaran seperti:
1.1 Agent / Penyebab Penyakit
Berupa unsur mati (Fisika) yaitu terpajan bising dalam waktu lama dengan intensitas dan frekuensi yang tinggi dan getaran.
1.2 Host / Pejamu
Selain oleh paparan bising, GPAB juga dipengaruhi oleh beberapa variabilitas meliputi perbedaan genetis, usia, jenis kelamin, warna kulit, perbedaan jalur konduksi suara (telinga luar dan telinga tengah), suplai darah, dan inervasi koklea.
Serta faktor kebiasaan dari pekerja sendiri yang pada saat bekerja tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).
1.3 Environment / Lingkungan
Bising intensitas tinggi tidak hanya didapat dari tempat bekerja, tetapi dapat juga didapat di lingkungan tempat tinggal sehari-hari, contohnya riwayat penggunaan pemutar musik yang berlebihan, aktifitas ke pusat hiburan yang terlalu sering, berada di lalu lintas padat dalam jangka waktu lama dan lain-lain.


2. Pencegahan Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Tempat Bising
            Untuk mengurangi angka terjadinya GPAB, diperlukan usaha-usaha baik secara promotif,preventif, dan rehabilitatif. Dalam mengupayakan usaha tersebut diperlukan kerjasama  yang baik dari masyarakat dan pemerintah melalui tenaga kesehatan.
            Tindakan pencegahan merupakan hal paling bijak yang dapat kita lakukan dalam menghadapi masalah GPAB ini. Sejalan dengan ini, Departemen Tenaga Kerja berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor: KEP-51/MEN/1999 telah menentukan batas paparan suara bising yang diperkenankan.


            Dengan dikeluarkannya peraturan, pemerintah berusaha melindungi masyarakatnya yang bekerja ditempat bising. Perlindungan tersebut diwujudkan dengan pengaturan jam kerja sesuai dengan paparan bising yang didapat oleh pekerja.
            Pembatasan pemaparan bising dapat dilakukan dengan mengontrol lingkungan mesin atau perlindungan diri pekerja yang terpapar. Program konservasi pendengaran yang ideal adalah dapat mengurangi atau menghilangkan bising yang berbahaya tepat pada sumbernya (Fox, 1997). Sayangnya kondisi ideal ini sukar dicapai ditinjau dari pengaturan teknis dan ekonomi. Apabila pengontrolan sumber bising tersebut masih tetap mebahayakan, maka dapat diberikan Alat Pelindung Diri (APD) pekerja berupa sumbat telinga. (Fox, 1997)

Daftar Pustaka:
Gangguan Pendengaran Akibat Bising

Tidak ada komentar:

Posting Komentar