Minggu, 25 Mei 2014

Diana - One Direction



Diana
 
C
Front pages all your pictures
G
They make you look so small
Am                                F
How could someone not miss you at all
C
I never would mistreat her
G
I'm not a criminal
Am
I speak a different language
F
But I still hear your call
 
C
Diana
 
Let me be the one to
G
Light a fire inside your life
Am
You can own me
 
You don't even know me
F
But I can feel you crying
C
Diana
 
Let me be the one to
G
Lift your heart up and
 
Save your life
Am
I don't think you even realize 
F
Baby you'll be saving mine
 

Story of My Life - One Direction



Story of My Life
 
Chords: D, G, Bm, A, Em
 
Intro : Bm, D x2
 
Verse 1:
   Bm                                                   D    
Written in these walls are the stories that I can't explain
   Bm                                                     D
I leave my heart open but it stays right here empty for days
    Bm                               G                              D
She told me in the morning she don't feel the same about us in her bones
    Bm                                 G                           D
It seems to me that when I die these words will be written on my stone
 
Prechorus:
            G     A     Bm
And I'll be gone gone tonight
                      G        A    Bm
The ground beneath my feet is open wide
                     G      A       Bm
The way that I been holdin' on too tight
                   A  
With nothing in between
 
Chorus:
     D 
The story of my life I take her home
    G                                   Bm
I drive all night to keep her warm and time
    G      D
Is frooooozen (the story of, the story of)
     D
The story of my life I give her hope
    G                                Bm          G
I spend her love until she's broke inside
                D
The story of my life (the story of, the story of)
 

Best Song Ever - One Direction



Best Song Ever
 
Intro: F, C, G (4x)
 
Verse 1:
 
F                  C   G
Maybe it's the way she walked
F                      C   G        (down stroke twice on G)
Straight into my heart and stole it
F                          C   G
Through the doors and past the guards
F                   C  G
Just like she already owned it
 
Pre Chorus:
 
         F                       G
I said, "Can you give it back to me?"
           F                     G
She said, "Never in your wildest dreams."
 
Chorus:
 
       F                C      G
And we danced all night to the best song ever
        F          C     G
We knew every line now I can't remember
       F               C      G
How it goes but I know that I won't forget her
       F                C      G
Cuz we danced all night to the best song ever
                F
I think it went oh, oh, oh
  C             G
I think it went yeah, yeah, yeah
           F        C   G
I think it goes...

More Then This - One Direction



More Than This

Intro - C , Am , G , Em , F , G

C
I'm broken
Am
Do you hear me
G
I'm blinded
   Em              F       G
Cause you are everything I see

C          Am
I'm dancing, alone
G
I'm praying
    Em                    F    G
That your heart will just turn around

Am                      G
And as I walk up to your door
                         Em
My eyes turn to face the floor
                              F       
G
Cause I can't look you in the eyes and say

        C
When he opens his arms
    Am               G
And holds you close tonight
It just won't feel right
Dm            Am             G
Cause I can love you more than this, yeah
        C                Am             

G
When he lays you down, I might just die inside

It just don't feel right
Dm            Am                 G
Cause I can love you more than this
                      C
Love you more than this

Pengolahan Air di PDAM Padang



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan, terutama penyakit perut dan kulit. Melalui penyediaan air bersih baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya di suatu daerah, maka diharapkan penyebaran penyakit menular yang bersumber dari air dapat ditekan seminimal mungkin.
Peningkatan kualitas air minum/bersih dengan jalan mengadakan pengelolaan terhadap air yang akan diperlukan sebagai air minum/bersih dengan mutlak diperlukan terutama apabila air tersebut berasal dari air permukaan. Pengolahan yang dimaksud dimulai dari yang sederhana sampai yang pada pengolahan yang mahir/lengkap. Oleh karena itu dalam praktek sehari-hari maka pengolahan air adalah menjadi pertimbangan yang utama untuk menetukan apakah sumber tersebut bisa dipakai sebagai sumber persediaan atau tidak.
Pengolahan air bersih di PDAM (Perusahan Daerah Air Minum) kota Padang bersumber dari air Batang Kuranji melakukan pengolahan dengan tiga tahap: Tahap pengendapan alami (natural sedimentation); Tahap penjernihan (clarification); Tahap penyaringan (filtration). Proses penyaringan dilakukan dengan secara sidementasi.

1.2 Maksud dan Tujuan
Mengetahui proses pengolahan air bersih di PDAM kota Padang, sehingga dapat dibandingkan dengan proses pengolahan air bersih yang dilakukan secara umum dan proses pengolahan air bersih yang dilakukakan di daerah lainnya.

1.3 Metodelogi
Dalam penyusunan makalah ini, metode yang digunakan yaitu metode kepustakaan dengan mencari dan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan judul yang dibahas (proses pengolahan air).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Pengolahan Air
Yang dimaksud dengan pengolahan adalah usaha-usaha teknis yang dilakukan untuk mengubah sifat-sifat suatu zat. Hal ini penting artinya bagi air minum, karena dengan adanya pengolahan ini, maka akan didapatkan suatu air minum yang memenuhi standar air minum yang telah ditentukan. Dalam proses pengolahan air ini pada lazimnya dikenal dengan dua cara, yakni:
-        Pengolahan lengkap atau Complete treatment process, yaitu air akan mengalami pengolahan lengkap, baik fisik, kimiawi dan bakteriologik.
a.       Pengolahan fisik; yaitu suatu tingkat pengolahan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan kotoran-kotoran yang kasar, penyisihan lumpur dan pasir, serta mengurangi kadar zat-zat organic yang ada dalam air.
b.      Pengolahan kimia; yaitu suatu tingkat pengolahan dengan menggunakan zat-zat kimia untuk membantu proses pengolahan selanjutnya.
c.       Pengolahan bakteriologis; yaitu suatu tingkat pengolahan untuk membunuh/memusnahkan bakteri-bakteri yang terkandung dalam air minum yakni dengan cara/jalan membubuhkan kaporit (zat desinfektan).
Pada pengolahan cara ini biasanya dilakukan terhadap air sungai yang kotor/keruh.

-        Pengolahan sebagian atau Partial Treatment Process, misalnya diadakan pengolahan kimiawi dan/atau pengolahan bakteriologik saja.
Pengolahan ini pada lazimnya dilakukan untuk:
a.       Mata air bersih
b.      Air dari sumur yang dangkal/dalam
 

Gangguan Pendengaran akibat bising



   Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Tempat Bising

            Gangguan pendengaran adalah hal yang lazim kita temui saat ini. Salah satunya adalah gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) atau dalam istilah asing disebut Noise Induce Hearing Lost (NIHL). Dengan semakin bertambah majunya teknologi, maka semakin mudah dan nyaman hidup manusia. Tetapi dibalik itu tersimpan ancaman yang sering tersamar dan tidak kita sadari. GPAB ini merupakan salah satu ancaman kemajuan tersebut.         
            Bising dan penuaan merupakan dua hal utama penyebab hilangnya pendengaran permanen. Sayangnya kelainan ini tidak dapat dikoreksi baik menggunakan obat-obatan maupun tindakan operatif, tetapi GPAB dapat dicegah. (Dobie, 2001)
            Secara umum bising adalah bunyi yang tidak diinginkan. Bising secara Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah suara yang tidak diharapkan dan tidak menyenangkan yang menggangu, atau suara yang diinginkan namun berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan menurut WHO, bising dikategorikan sebagai salah satu jenis polutan (Bunde, 2011). Bising yang intensitasnya 85 desibel (dB) atau lebih dapat menyebabkan rusaknya reseptor pendengaran pada telinga dalam. (Soetirto, 2006)
            Gangguan pendengaran akibat bising adalah tuli akibat terpapar bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama. Tuli ini merupakan jenis ketulian sensorineural yang paling banyak ditemui setelah presbiakusis. Sejalan dengan berkembangnya gaya hidup masyarakat, kejadian kehilangan pendengaran semakin banyak ditemukan.

1. Penyebab Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Tempat Bising
          Selain paparan suara bising, ada banyak faktor lain yang menyebabkan gangguan pendengaran seperti:
1.1 Agent / Penyebab Penyakit
Berupa unsur mati (Fisika) yaitu terpajan bising dalam waktu lama dengan intensitas dan frekuensi yang tinggi dan getaran.
1.2 Host / Pejamu
Selain oleh paparan bising, GPAB juga dipengaruhi oleh beberapa variabilitas meliputi perbedaan genetis, usia, jenis kelamin, warna kulit, perbedaan jalur konduksi suara (telinga luar dan telinga tengah), suplai darah, dan inervasi koklea.
Serta faktor kebiasaan dari pekerja sendiri yang pada saat bekerja tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).
1.3 Environment / Lingkungan
Bising intensitas tinggi tidak hanya didapat dari tempat bekerja, tetapi dapat juga didapat di lingkungan tempat tinggal sehari-hari, contohnya riwayat penggunaan pemutar musik yang berlebihan, aktifitas ke pusat hiburan yang terlalu sering, berada di lalu lintas padat dalam jangka waktu lama dan lain-lain.

Diare


   Diare

            Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (diarrheal disease) berasal dari bahasa Yunani diarrola yang berarti mengalir terus, merupakan suatu keadaan abnormal dari pengeluaran tinja yang terlalu frekuen. Hipocrates memberikan definisi diare sebagai suatu keadaan abnormal dari frekuensi dan kepadatan tinja. Sedangkan dalam bahasa Inggris diarrhea adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.
            Diare jarang membahayakan, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan nyeri kejang pada bagian perut. Meskipun tidak membutuhkan perawatan khusus, penyakit diare perlu mendapatkan perhatian serius, karena dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Dehidrasi dapat ditengarai dengan gejala fisik seperti bibir terasa kering, kulit menjadi keriput, mata dan ubun-ubun menjadi cekung, serta menyebabkan syok. Untuk mencegah dehidrasi dengan meminum larutan oralit. Karena itu, penderita diare harus banyak minum air dan diberi obat anti diare.
            Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya. Dampak negatif penyakit diare pada bayi dan anak-anak antara lain adalah menghambat proses tumbuh kembang anak yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup anak. Penyakit diare di masyarakat (Indonesia) lebih dikenal dengan istilah "Muntaber". Penyakit ini mempunyai konotasi yang mengerikan serta menimbulkan kecemasan dan kepanikan warga masyarakat karena bila tidak segera diobati, dalam waktu singkat (± 48 jam) penderita akan meninggal.  (Triatmodjo. 2008)
Istilah Diare dibagi menjadi berbagai macam bentuk diantaranya:
·         Diare akut: kurang dari 2 minggu
·         Diare Persisten: lebih dari 2 minggu
·         Disentri: diare disertai darah dengan ataupun tanpa lender
·         Kholera: diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera

1. Penyebab Diare
Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu:

1.1.   Agent / Penyebab Penyakit
Berupa unsur hidup: Penyebab infeksi utama timbulnya diare adalah golongan virus, bakteri dan parasit.
-          Infeksi bakteri: Vibrio, E. Coli, Salmonella, Stigella, Campilobacter, Yersinia, Aeromonas dan sebagainya.
-          Infeksi Virus: Entrovirus (Virus Echo, Coxsackie, Poliomielitis)
-          Infeksi parasit: Cacing (Ascaris, Trichuris, Oxyuris, Strongyloides)

1.2 Host / Pejamu
a)   Faktor Umur: Sebagian besar diare terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun. Balita yang berumur 12-24 bulan mempunyai resiko terjadi diare dibanding anak umur 25-59 bulan.
b)  Status Gizi: Diare menyebabkan gizi kurang dan memperberat diarenya. Oleh karena itu, pengobatan dengan makanan yang baik merupakan komponen utama penyembuhan diare tersebut. Bayi dan balita yang gizinya kurang sebagian besar meninggal karena diare. Hal ini disebabkan karena dehidrasi dan malnutrisi. Faktor gizi dilihat berdasarkan status gizi yaitu baik = 100-90, kurang = <90-70, buruk = <70 dengan BB per TB.
     Menurut Satiri (1963) dan Gordon (1964) pada penderita malnutrisi serangan terjadi lebih sering dan lebih lama. Semakin buruk keadaan gizi suatu anak, semakin sering dan berat diare yang dideritanya.
c)  Riwayat Penyakit Terdahulu: Terkena diare persisten meningkat 3- 4 kali selama bulan-bulan setelah episode diare akut. Banyak bayi terkena diare persisten setelah terkena infeksi campak.
d)  Status Imunologik: Anak-anak yang memiliki mekanisme kekebalan tubuh yang buruk, entah karena malnutrisi, penyakit atau factor-faktor lainnya, mermiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena diare persisten.
e)   Faktor Perilaku: Kontak antara agent dan host dapat terjadi melalui air, terutama air minum yang tidak dimasak dapat juga terjadi sewaktu mandi dan berkumur. Kontak kuman pada kotoran dapat langsung ditularkan pada orang lain apabila melekat pada tangan dan kemudian dimasukkan ke mulut dipakai untuk memegang makanan. Kontaminasi alat-alat makan dan dapur. Anak-anak yang minum susu hewan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena diare persisten. Hal ini dapat disebabkan oleh:
  1. Susu hewan yang terkontaminasi bakteri penyebab penyakit
  2. Kerusakan dinding usus oleh protein yanga ada dalam susu hewan
  3. Intoleransi terhadap laktosa, yakni suatu protein yang ada dalam susu
  4. Beberapa mekanisme yang belum diketahui

1.3 Environment / Lingkungan
            Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan. Dua faktor yang dominan, yaitu: sarana air bersih dan pembuangan tinja. Kedua faktor ini akan berinteraksi bersama dengan perilaku manusia. Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula, yaitu melalui makanan dan minuman, maka dapat menimbulkan kejadian penyakit diare. Faktor Lingkungan dapat berupa:
  • Pasokan air tidak memada
  • Air terkontaminasi tinja
  •  Fasilitas kebersihan kurang
  • Kebersihan pribadi buruk, misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air
  • Kebersihan rumah buruk. Misalnya tidak membuang tinja anaak di WC
·         Metode penyiapan dan penyimpanan makanan tidak higienes . Misalnya makanan dimasak tanpa dicuci terlebih dahulu atau tidak menutup makanan yang telah dimasak.
a)      Faktor Pekerjaan: Ayah dan ibu yang bekerja Pegawai negeri atau Swasta rata-rata mempunyai pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan ayah dan ibu yang bekerja sebagai buruh atau petani. Jenis pekerjaan umumnya berkaitan dengan tingkat pendidikan dan pendapatan. Tetapi ibu yang bekerja harus membiarkan anaknya diasuh oleh orang lain, sehingga mempunyai resiko lebih besar untuk terpapar dengan penyakit.
b)      Faktor Sosial-Ekonomi: Sosial ekonomi mempunyai pengaruh langsung terhadap faktor-faktor penyebab diare. Kebanyakan anak mudah menderita diare berasal dari keluarga besar dengan daya beli yang rendah, kondisi rumah yang buruk, tidak mempunyai penyediaan air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan.


DBD alias Demam Berdarah Dengue


   Demam Berdarah 
  • Pengertian Demam Berdarah
Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus Dengue, yang masuk kedalam peredaran darah manusia lewat gigitan nyamuk dari jenis Aedes, Yaitu Aedes aegypti atau Aedes albopictus.Penyakit demam berdarah ini sering ditemukan didaerah tropis dan suptropis diseluruh belahan dunia. Demam berdarah akan mewabah pada saat udara lembab, terutama disaat musim hujan seperti sekarang ini. Dan parahnya lagi jika sistem imun sudah terbentuk akibat infeksi pertama justru akan menyababkan kemunculan gejala penyakit demam berdarah yang lebih parah saat terinfeksi untuk yang kedua kalinya.
  • Penyebab
Agent
            Deman berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypt. Nyamuk yang menggigit dan menularkan virus ini adalah dari jenis betina. Nyamuk ini hidup dan berkembang pada tempat-tempat penampungan air bersih yang tidak berhubungan dengan tanah, seperti: bak mandi/WC, tempat penyimpanan air. Nyamuk penyebab deman berdarah ini menggigit pada pagi dan sore hari. Nyamuk ini dapat menggigit beberapa kali setiap hari sehingga dia bisa menularkan virus dari satu orang ke orang kali dalam satu hari.
Host
Penyakit demam berdarah ini di sebabkan karna lingkungan hidup manusia yang tidak masuk kriteria rumah sehat faktor lingkungan fisik rumah yang tidak bersih.Pencahayaan dan kelembaban yang tidak memenuhi syarat akan menimbulkan kepadatan nyamuk, breeding place di dalam rumah dan breeding place di luar rumah akan dapat menimbulkan nyamuk berkembangbiak,resting place dalam rumah juga sangat disenangi nyamuk untuk tempat berkembang biak. 
 Environment
Nyamuk Aedes aegypti sangat suka tinggal dan berkembang biak di genangan air bersih yang tidak berkontak langsung dengan tanah. Vektor penyakit DBD ini diketahui banyak bertelur di genangan air yaang terdapat pada sisa-sisa kaleng bekas, tempat penampungan air, bak mandi, ban bekas, dan sebagainya.
Jumlah penderita DBD umumnya meningkat pada awal musim hujan, di mana banyak terdapat genangan air bersih di dalam sisa-sisa kaleng bekas, dan benda-benda lain yang mampu menampung sisa air hujan.